Anggit Tut Pinilih, srikandi dibalik digital startup

Anggit Tut Pinilih

Keisengan menawarkan stock kutek dari teman di Korea dengan konsep diskon rupanya terbawa ke dunia bisnis. Adalah Maria Regina Anggit Tut Pinilih bersama dua temannya memulai konsep startup lokal yang diberi nama ‘mbakdiskon’. Startup yang berdiri sejak tahun 2010 ini merupakan sebuah bisnis online yang menawarkan deal-deal menarik dengan diskon besar dari merchant-merchant oke.

“Awalnya sederhana cuma pengen punya toko tapi online,” kata wanita asal Magelang ini. Anggit, demikian sapaannya, mengawali ‘mbakdiskon’ di kota Yogyakarta. Tak disangka ternyata antusiasme masyarakat Jogja terutama anak muda terhadap mbakdiskon cukup tinggi. Hal ini bisa terlihat dari frekuensi ramainya social networking yang dibangun di Facebook dan Twitter saat itu. Dimana pada Januari 2016 ini sudah memiliki 18.000 lebih followers di akun Twitter dan sekitar 8.000 yang mengikuti fanspage di Facebook. Dari situlah sosok Anggi lebih dikenal sebagai Anggit ‘mbakdiskon’.

“Antusiasme mahasiswa cukup tinggi dan untungnya aku mulai dari Jogja. Pasar mahasiswa suka sama diskon. Tapi sekarang ‘mbakdiskon’ udah nggak ku jalanin lagi per 2013. Growth dan cash flow udah nggak baik akhirnya kita bergerak jadi perusahaan IT yang bikin aplikasi,” kata alumni Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada ini.

Anggit Tut Pinilih

Sebenarnya banyak juga produk startup dan berbagai aplikasi yang sudah wanita kelahiran 22 Agustus 1986 ini hasilkan. Seperti Stylefeed, aplikasi untuk merekomendasikan fashion ke orang-orang; Pissue, aplikasi media dengan berbagai info dan kuis seru; dan yang paling terbaru adalah MamiKos yang merupakan aplikasi untuk mencari kos paling gampang dan akurat. Meski MamiKos baru ditujukan buat kamu yang berada di kawasan Yogyakarta dan sekitaranya, namun aplikasi ibu kos virtual ini akan sangat membantu buat kamu yang berstatus sebagai pendatang di Kota Gudeg karena sudah memiliki database lebih dari 20 ribu indekos yang lengkap dengan alamat, foto, dan deskripsi fasilitas yang ditawarkan.

Selain aplikasi tersebut masih ada aplikasi yang nggak kalah menarik yaitu Aplikasi JakPat (Jajak Pendapat). Aplikasi yang dikembangkan PT Gongsin International Transindo (GIT) ini memberikan pilihan sebagai jalan keluar bagi perusahaan yang ingin mendapatkan hasil survei dengan cepat, akurat, dan biayanya 10 kali lebih murah dibanding survei konvensional.

Anggit menginisiasi pengembangan aplikasi JakPat sejak Maret 2014. Sejak saat itulah, platform untuk melakukan survei di mobile phone yang langsung menghubungkan klien dengan responden ini melalui tahapan uji coba demi meraih kepercayaan konsumen atau responden. Kemudian di pertengahan tahun 2014, dengan memberikan layanan cuma-cuma untuk menjaring minat konsumen. Tiap responden wajib mengunduh JakPat yang tersedia gratis di Google Play atau App Store untuk melakukan survei melalui JakPat.

“Misi kita adalah memberikan layanan seperti aplikasi yang bisa dinikmati oleh banyak orang di Indonesia. Seperti JakPat yang memungkinkan untuk survei darimana saja,” tambahnya.

Dalam memulai usaha, Anggit berpesan agar kita bisa menemukan passion dari awal dan jangan takut gagal.

“Semakin muda akan semakin banyak waktu dan energi untuk menjalani usaha. Semangat juga lebih mudah untuk dibangkitkan,” tutupnya.