Skip to content →

Ayang Cempaka: Pelukis bunga – bunga yang mendunia

Do what you love and love what you do.

Nah, quotes diatas tampaknya merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan sosok Ayang Cempaka (32). Sejak kecil, perempuan yang akrab disapa Ayang ini sangat suka menggambar. Kini tak sekedar coretan-coretan gambar saja, apa yang menjadi kesukaannya pun bisa menjadi bisnis yang menguntungkan.
Penasaran dengan perjalanan bisnis Ayang Cempaka? Simak yuk obrolan kita dengan ibu dari Mimi (5) dan Mimo (4) ini:

 

1. Bagaimana awal mula Mbak Ayang menjadikan hobi menggambar sebagai bisnis?

Ayang Cempaka 5
Hobi menggambar sebenarnya bukan yang pertama kalinya. Dulu tahun 2007, setelah lulus kuliah, seneng bikin-bikin tas sulam terus dikasih nama Cocomomobags. Tapi tahun 2010 pindah ke Dubai karena ikut suami untuk bekerja sebagai arsitek, ngerasa bosan dan kesepian akhirnya mulai gambar lagi. Waktu itu punya iPhone dan mulai kenal Instagram, akhirnya hasil coretan-coretan aku unggah di Instagram. Respons teman-teman ternyata bagus, banyak yang suka, terus nyoba desain beberapa produk pakai gambar sendiri, eh keterusan sampai sekarang.

 

2. Terus gimana ceritanya produk hasil desain Mbak bisa sampai dijual secara online?

Ayang Cempaka 2

Waktu itu ada follower yang ternyata pemilik Linoluna, online boutique design store untuk dekorasi rumah, produk berbasis kertas, dan hadiah. Mereka ngasih ide kenapa nggak bikin produk stationery aja terus nanti mereka bantuin jualan. Aku langsung mau. Dari situ bisnis mengalir dan semakin banyak permintaan produksi.

 

3. Produk apa yang pertama kali dijual di pasaran dari hasil coretan-coretan Mbak Ayang? Terus gimana proses produksinya?

Ayang Cempaka 1
Sekitar tahun 2013, aku mulai memproduksi notebook dan art print sebelum akhirnya mendesain beberapa produk seperti custom illustrations dan undangan pernikahan. Karena aku di Dubai, proses pengerjaannya dibantu adikku di Yogyakarta. Jadi, habis gambar, aku scan, baru file-nya dikirim untuk produksi. Aku tetap memantau proses produksi dan ikut merevisi, mulai dari bahan sampai hasil cetaknya.

 

4. Lukisan Mbak Ayang identik dengan tema bunga, sayuran, buah hingga kata-kata mutiara. Terinspirasi dari mana?

Ayang Cempaka 3

Tema lukisan seperti buah-buah dan sayuran biasanya terinspirasi dari buku yang aku baca. Kalau bunga terinspirasi dari banyaknya bunga yang sering aku temui di Jogja, kebetulan Ibuku suka bunga. Sementara kata-kata mutiara atau kutipan kalimat terinspirasi dari kehidupan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. ‘Be Present’ art print misalnya, itu semacam kata-kata mutiara atau mantra untuk menangkal sifatku yang gampang panik.

 

5. Karya Mbak Ayang selalu tampak manis dan sangat girly, apakah memang seperti itu kepribadian Mbak?

Ayang Cempaka 6

Nggak, aku orangnya sangat tomboi. Waktu kecil aja aku suka manjat pohon dan nggak suka punya rambut panjang. Pokoknya yang berbau cewek nggak cocok deh sama karakter aku. Sementara gambaranku berlawanan banget, tapi lewat gambar aku jadi bisa mengekspresikan sisi femininku.

 

6. Mbak Ayang kan lulusan arstiek UII nih, tapi pernah ada keinginan untuk bekerja di bidang interior nggak?

Nggak sih, aku mau menekuni hobiku dan fokus mengembangkan brand Ayang Cempaka biar bisa mengaplikasikan seni pada berbagai produk. Aku orangnya bosenan tapi selalu ingin berkreasi terus.

 

7. Masih ingin bereksperimen atau bikin apa lagi nih, Mbak? Bikin stationery, art print, custom illustrations, undangan pernikahan sampai home decor udah semua.

Aku pengen bikin sesuatu yang useful seperti box atau print untuk homeware (sprei dan bantal). Pengen punya butik sendiri dan menyelenggarkan lebih banyak intimate workshop yang bisa menginspirasi lebih banyak orang lagi.

 

8. Dukungan dari pasangan dari bisnis yang Mbak jalani sekarang seperti apa?

Suamiku nggak ikut-ikutan persoalan internal pekerjaanku sih, yang penting aku bahagia dengan apa yang aku jalani sekarang. Hahaha. Tapi yang jelas dia sangat support dan bisa membantu pekerjaanku sebagai ibu kalau harus menyelesaikan deadline.

 

9. Sebagai ibu dari dua orang anak, apa tantangan menjadi mompreneur?

Ayang Cempaka 4

Tantangannya jelas nggak bisa nggambar atau ngerjain kerjaan seleluasa waktu belum punya anak. Maksa mau ngerjain malem setelah anak-anak tidur kadang badan udah capek dan mata udah ngantuk berat. Padahal dulu kalau kerja bisa sampai pagi. Sekarang sudah beda prioritas.

 

10. Mau dong mbak, tips kerennya untuk para perempuan punya karya?

Apa pun yang kamu lakukan, doing what you love dan kerjakan dengan konsisten. Jangan mengabaikan hobi yang ada pada diri kita karena siapa tahu dari hobi bisa menjadi pintu kesuksesan kita.

Ayang Cempaka membuktikan kalau perempuan itu mampu berkarya dan menjadikan passion-nya sebagai bekal mencari rezeki. Pastinya, kisah Ayang Cempaka ini bisa menjadi inspirasi bagi para perempuan untuk terus semangat dalam berkarya. Sukses selalu Ayang Cempaka untuk bisnisnya! Teruslah berkarya untuk Indonesia.

Published in Craft