Skip to content →

Lucia Berta: Hidup dengan passion pada craft dan handmade

Setiap wanita harus menemukan apa yang menjadi passionnya. Dengan demikian, saat menjalani pekerjaan maupun hidup akan merasa senang dan bersemangat. Memang, passion tak serta-merta jatuh dari langit melainkan harus dicari dan ditemukan dari waktu ke waktu. Proses dalam menemukan passion juga tak mudah karena harus dijalani dengan berbagai usaha.

Sama halnya yang dilakukan oleh seorang wanita asal Yogyakarta ini, Lucia Berta. Butuh waktu dan kegiatan yang beragam untuk wanita yang akrab disapa Berta ini untuk menemukan apa yang ia sukai dan inginkan.

Hingga pada akhirnya passion pada dunia senilah yang membuat Berta terjun ke bidang media yakni bisnis majalah cetak. Folksy Magazine menjadi majalah independent yang menjadi langkah awal yang menggambarkan passion Berta pada craft dan handmade.

Lucia Berta Folksy 5

“Saat Folksy terbit edisi ke-3 di tahun 2014, aku menjadi semakin tahu apa yang sangat ingin aku kerjakan dan semangat sekali untuk terjun di dunia media yang masih melibatkan dunia kreatif sebagai materinya,” ungkap alumni Fakultas Psikologi UGM ini.

Meski pada awalnya Berta mengaku belum fokus, kini ia memiliki visi dan harapan yang kuat untuk selalu mengembangkan apa yang menjadi passionnya. “Kedepan aku bersama tim Folksy ingin membuat website Folksy dan membuat video tutorial di Youtube serta beberapa project workshop,” imbuhnya.

Lucia Berta Folksy 2

Proses menemukan passion yang harus dijalani diakui Berta menyimpan kesan tersendiri dalam hidupnya. Selain rasa lelah, tentu ada perasaan lain yang Berta rasakan. “Saat banyak pembaca yang memberikan testimoni atau kesan tentang Folksy itu bikin kau bahagia karena semua hal yang kami kerjakan akhirnya mendapat penghargaan,” cerita Berta dengan penuh senyum.

Berta menambahkan jika banyak pihak yang memberikan dukungan atas pilihannya untuk terus berkarya. Misalnya saja saat dirinya merasa down ketika bermasalah dengan percetakan. “Teman-teman, keluarga dan tim serta para pembaca folksy selalu kasih support semangat. Aku jadi merasa bahwa Folksy sekarang tidak hanya milik sendiri tetapi jadi milik semua orang,” ujar perempuan yang hobby membaca majalah ini.

Lucia Berta Folksy 4

Kedepan, Berta mengungkapkan impian lain yang ingin dicapai. Ia ingin membuat majalah indie dengan tema yang berbeda. “Ingin menjadi publisher khusus indie magazine. Jika selama ini Folksy temanya tentang creative moment anak muda, nah mungkin aku akan bikin majalah dengan tema lain yang menarik. Mungkin khusus tentang handmade decor, fashion, atau tentang boys and craft,” akunya.

Published in Craft