Nazura Gulfira: Woman with Passions & Thousand Dreams

Nazura Gulfira

Mungkin memang langka, namun ada orang yang memiliki beberapa passion dan semuanya saling berkaitan. Seperti passion perempuan muda berusia 25 tahun bernama Nazura Gulfira di bidang penelitian, blogging, dan mengajar.

Menurutnya, semua passion tersebut berkaitan erat dengan profesi yang ditekuninya sekarang sebagai dosen sekaligus peneliti di Universitas Indonesia, Jurusan Vokasi Pariwisata. Ozu, demikian perempuan ini kerap disapa, saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral (S3) di Erasmus University Rotterdam, Belanda.

Bicara tentang awal mula menemukan passion, Ozu mengaku menemukan ketiganya tidak secara bersamaan. Awalnya, ia menyukai tulis menulis sejak usia 8 tahun. Namun, baru tahun 2010 lalu ia menemukan passionnya di dunia blogging. Pada tahun itulah awal mula dirinya aktif ngeblog di nazuragulfira.blogspot.com. Lalu sekitar lima tahun silam, Ozu mulai menyadari bahwa penelitian juga menjadi passionnya saat dia mengerjakan tugas akhir skripsi. Menurutnya, dia sangat enjoy kala itu. Hal ini tentu berbeda dengan kebanyakan orang yang justru terbebani dengan skripsi.Perjalanannya menemukan passion pun tidak berhenti di sini. Ozu kembali menemukan passionnya di bidang mengajar sekitar 2,5 tahun atau saat dirinya kembali ke Indonesia setelah menamatkan program S2-nya di Inggris. “Passion mengajar itu aku temukan saat mulai bekerja sebagai dosen baru. Sekitar 2.5 tahun yang lalu, tepatnya setelah beberapa kali saya mengajar dan ternyata menikmatinya haha,” kenangnya sambil tertawa.

Nazura Gulfira Passions 1

Meskipun punya banyak passion, tetapi apa yang ia tekuni sekarang bisa dibilang sesuai dengan semua passionnya. Menurutnya, beberapa passion tersebut justru saling melengkapi satu sama lain. Ozu merasa sangat menikmati hari – harinya karena bisa melakukan dua hal yang berbeda, tapi sekaligus dua hal yang ia suka. Misalnya, kalau sedang bosan membaca jurnal untuk keperluan studinya, maka Ozu menulis apa yang sedang ada di pikirannya untuk kemudian diunggah di blog. Kemudian saat pikirannya sudah kembali fresh, ia akan menekuni jurnal-jurnalnya kembali. Pun saat bosan dengan blogging, Ozu memilih untuk mendiamkan blognya berhari-hari.

Bicara tentang keinginan masa depan terkait passionnya tersebut, Ozu mengaku saat ini sedang fokus ingin menyelesaikan tanggung jawab studi S3-nya tepat waktu tahun 2020 nanti. Setelah itu, ia ingin kembali lagi ke UI untuk mengajar dan melakukan riset di bidang tourism and urban development studies. Di samping harapan tersebut, Ozu masih punya cita-cita lain terkait kecintaannya di bidang menulis. Ia berharap bisa terus berbagi melalui blognya dan juga menerbitkan beberapa buku.

Cita-citanya untuk menerbitkan buku sebenarnya sudah tercapai, karena baru-baru ini ia meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Perjalanan, Cinta, dan Makna Perempuan.  Saat ini, Ozu juga sedang dalam tahap akhir mengerjakan sebuah buku lainnya tentang thrifting yang berkaitan dengan kecintaannya terhadap barang – barang vintage dan secondhand.

Nazura Gulfira 4

Ozu pun mengaku bahagia atas apa yang tengah ia kerjakan saat ini. Satu hal utama yang membuatnya merasa bahagia adalah karena apa yang dikerjakannya benar-benar apa yang ia sukai. Hal-hal tersebut menurutnya sesuai dengan passion dan capability-nya (atau bagi sebagian orang diartikan sesuai dengan talentanya), “sehingga sekalipun saya menghadapi kondisi stress atau under pressure, saya masih bisa menikmatinya dan malahan tertantang untuk menyelesaikannya,” pungkasnya.

Perempuan pecinta gaya vintage ini juga menambahkan, hal lain yang membuatnya bahagia menjadi seorang dosen dan blogger adalah bisa berbagi dengan banyak orang. “Saat menjadi dosen, saya bisa berbagi ilmu saya dengan mahasiswa dan juga dengan banyak orang di bidang yang saya tekuni melalui riset yang saya lakukan.  Sedangkan saat menjadi blogger, saya bisa berbagi ‘ilmu’ lainnya berupa pengalaman hidup, pemikiran, serta ‘mata’ saya melalui tulisan dan foto yang saya posting di blog,” ungkap Ozu.

 Di balik cerita profesi dan passionnya tersebut, perempuan yang terinspirasi dengan tiga kata positive, perseverance, dan happiness ini mengaku dukungan orang tua lah yang membantunya bisa seperti saat ini.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada ayah dan bunda saya yang dari saya kecil sudah membebaskan saya dan para saudara saya lainnya untuk memilih apa yang kami suka.” Selain itu, Ozu juga berterima kasih karena orang tua telah mengajarkannya untuk bekerja tidak semata-mata demi uang tanpa mempertimbangkan passion. Baginya, kedua orang tuanya pula yang membuatnya termotivasi untuk bekerja keras di pekerjaan dan pilihan-pilihan yang ia ambil.

Nazura Gulfira Passions 3

Walaupun sudah banyak pencapaian yang ia capai di usia yang relatif muda, Ozu tetaplah “a girl who has thosand dreams.” Impian pertamanya adalah ingin tetap menjalankan hidup yang seimbang dan sederhana. Mulai dari melakukan berbagai hal yang membuatnya bahagia seperti meneliti, menulis, blogging, mengajar, foto, baca bukut, berkebun, dan banyak hal simple lainnya. Kedua, ia juga ingin ‘mengaktifkan’ ruang terbuka publik khususnya taman umum dan pasar tradisional di Indonesia. Tujuannya tidak lain supaya berbagai kelompok masyarakat bisa menikmatinya sebagaimana di negara-negara maju. Mimpinya tak berhenti di sini, Ozu juga ingin suatu hari nanti membuat aplikasi yang bisa membantu wisatawan  Indonesia untuk mempermudah mereka saat traveling di Indonesia. Terutama, untuk akses informasi rute dan akses destinasi-destinasi wisata di Indonesia.

Last but not least, perempuan yang mengaku punya hobi menulis, foto, baca buku, berkebun, hingga traveling ke tempat baru ini berharap bisa menulis lebih banyak buku. Ia juga bercita-cita ingin memiliki sebuah toko yang merupakan gabungan dari book-coffee-vintage shop.

What a wonderful woman with thousand dreams!