Nisa Ayu Nurfitri: Passion Adalah Menjadi Diri Sendiri

Nisa Ayu Nurfitri

Seorang penulis fiksi terkenal di Amerika, Kristin Hannah, pernah berkata bahwa menemukan passion tidak sekadar tentang karir dan uang. Menemukan passion berarti menemukan diri kita yang sesungguhnya. Ungkapan Kristin tentang passion tersebut sepertinya tepat untuk menjelaskan apa arti passion bagi Nisa Ayu Nurfitri.

Wanita berambut pendek dengan tubuh semampai yang kerap dipanggil Ayu ini lahir 21 tahun silam. Siapa sangka, di balik kesibukannya sebagai seorang model dan mahasiswa teknik geofisika, Ayu pernah mengalami krisis kepercayaan diri saat duduk di bangku SMP. Dengan tubuhnya yang langsing dan semampai, Ayu remaja sering menjadi sasaran bully teman-temannya.

“Saat SMP aku termasuk yang paling tinggi di sekolah. Jadi, aku sering dibully sampai nggak PD,” kenangnya.

Krisis percaya diri tersebut semakin menjadi saat dia les menari dan kerap tampil tanpa pasangan. “Kan aku tinggi ya, jadi aku sering nggak punya pasangan yang sama tingginya untuk tampil. Akhirnya, kalau nampil gitu aku sendirian deh,” ungkap Ayu mengenang masa lalunya. Hal tersebut semakin membuatnya kehilangan kepercayaan diri. Sehingga, keterampilannya di bidang menari pun tidak dicapainya dengan maksimal.

Berbeda dengan masa SMP, masa SMA bisa disebut masa di mana titik balik kehidupan terjadi padanya. Kala itu, orang tua Ayu kembali memasukkan dirinya ke kelas keterampilan. Hanya saja, kali ini sedikit berbeda. Ayu masuk ke kelas kepribadian yang diadakan oleh APMI. Awalnya, Ayu berpikir di kelas ini ia hanya akan belajar tentang cara bersikap saja. Namun ternyata, melalui kelas ini pula akhirnya ia menemukan passionnya di dunia modelling.

Nisa Ayu Nurfitri 2

Ayu mengaku, ketidak percayaan dirinya semasa SMP perlahan hilang saat melihat teman-temannya sesama peserta kelas kepribadian. Ia melihat, banyak di antara teman-temannya memiliki postur tubuh yang juga tinggi semampai sepertinya. Ayu pun mulai menyadari bahwa bentuk tubuh yang ada pada dirinya wajar dan bukan alasan untuk tidak percaya diri.

Selain membuat menjadi lebih percaya diri, kelas kepribadian tersebut rupanya juga mengajarkan teknik-teknik dasar modelling kepada Ayu. Bahkan pada kelas itu pula, Ayu belajar menjadi model catwalk. Sejak itulah, ia semakin percaya dengan diri dan kemampuannya. “Aku merasa bidang ini paling cocok untukku. Karena saat aku melakukannya, aku merasa menjadi aku dan bahagia,” tutur Ayu sembari tersenyum. Ayu semakin mantap dengan langkahnya tersebut setelah ia menyabet juara satu atau siswa lulusan terbaik dari kelas kepribadian tersebut.

Ayu Nisa Passion Model 2

Berawal dari kisah itulah, wanita berkulit sawo matang ini mulai menekuni profesi sebagai model. Beragam prestasi di dunia modelling telah ia raih. Misalnya prestasinya yang terakhir pada ajang Wajah Femina 2015. Ayu berhasil mendapatkan juara 3. Prestasinya tersebut kian melejitkan namanya.

Saat ditanya apa rahasia di balik kesuksesannya selama ini, Ayu menjawab, “aku menjadi diriku sendiri.” Dia dengan penuh semangat mengungkapkan, bahwa meski sedang kurang percaya diri, hal itu bukan alasan untuk meniru atau menjadi diri orang lain. Ia juga menambahkan, bahwa menjalani sesuatu yang membuat dirinya menjadi diri sendiri adalah wujud kalau dia melakukan sesuatu sesuai passionnya. Ayu pun mengatakan, bahwa satu hal yang ia percaya dalam dirinya adalah tetaplah jadi diri sendiri, namun harus selalu punya mimpi.

Maka dari itu, tidak heran bila Ayu masih memiliki banyak cita-cita yang ingin diraihnya pada masa mendatang. Salah satu cita-cita terbesarnya, Ayu ingin menjadi seorang pengusaha di bidang geofisika. Menurutnya, menjadi model adalah passion dan hobinya. Namun menjadi pengusaha di bidang geofisika, adalah wujud cita-cita terbesarnya.

Belajar dari kisah Ayu, itu artinya kita harus selalu punya mimpi di atas semua pencapaian saat ini. Nah, apa mimpi terbesarmu, Ladies?