Riastika Adi Sudarman: Merangkai bunga dengan seni dan cinta

Riastika Adi Sudarman

Riastika Adi Sudarman atau kerap dipanggil Rias memang sosok perempuan yang multitalenta. Bagaimana tidak, di usianya yang masih 23 tahun, Rias berhasil membuat sesuatu yang berbeda, menjualnya dan bahkan bisa menjadi trendsetter. Perempuan yang lulus dari Arsitek UGM ini membuka bisnis toko bunga online yang kini mampu mempekerjakan orang lain.

Rias mengaku awalnya terjun ke dunia bisnis toko bunga online karena banyak dari teman-temannya yang sedang pendadaran dan wisuda. “Banyak teman yang harus diberi bunga. Terus beli bunga tapi merangkainya sendiri. Kalau beli di toko bunga modelnya gitu-gitu aja. Bosen,” ucap Rias mengawali ceritanya.

Bersama seorang temannya, Salma Nur Fahmaddin (24), Rias mulai sering merangkai bunga yang akan diberikan oleh teman-temannya. Tak disangka, respons dari teman-teman kuliah Rias sangat baik saat melihat bunga hasil rangkaiannya. “Setiap kali ada teman yang mau pendadaran atau wisuda, mereka memesan bunga ke aku. Dari situ makin banyak orang yang tahu kalau aku bisa merangkai bunga. Aku jadi sering terima pesanan terus aku rangkai berdua bareng Salma di kamar kos,” katanya.

Riastika Adi Sudarman

Bermula dari ketidak sengajaan inilah, keinginan Rias untuk memulai bisnis toko bunga online makin kuat. Tak butuh pikir panjang, Rias kemudian menciptakan brand toko bunga online dengan nama Hanabira pada bulan Juli 2015. “Aku memilih nama Hanabira. Hana aku ambil dari bahasa Jepang yang artinya bunga, sementara Bira artinya kelopak. Kalau pakai nama dari bahasa Inggris udah terlalu mainstream sih,” ungkap wanita berjilbab ini sambil tersenyum.

Lebih lanjut, Rias menceritakan bahwa bisnis toko bunga online miliknya sebenarnya dimulai dengan modal yang sangat terbatas. Hanabira pada mulanya dibuka oleh Rias hanya dengan modal Rp 90 ribu. Menurut Rias, untuk memulai bisnis toko bunga online ini tak memerlukan modal uang yang terlalu besar.

“Uang Rp 90 ribu aku pakai buat belanja alat dan bunga. Aku rangkai jadi model bunga ikat biasa dan model bunga dalam box, terus aku upload di IG. Terus udah deh dari situ customer datang sendiri sampai sekarang,” aku Rias.

Dalam menjalankan bisnis rangkaian bunga, menurut Rias sendiri kini makin banyak sekali kompetitornya. “Banyak saingan dan pengikut dalam bisnis ini, jadi harus pintar-pintar mengatur strategi. Bahkan ada yang sering ambil foto rangkaian bungaku di Instagram terus di jual di toko bunga online mereka. Tapi sejauh ini aku atasi dengan terus berkreasi sih. Karya bisa ditiru tapi rezeki kan nggak,” ujarnya.

Riastika Adi Sudarman 2

Menurut Rias, Hanabira memiliki perbedaan dari toko bunga online lainnya. Selain mencoba untuk memberikan “first impression” yang baik, Rias juga menerapkan ilmu yang ia peroleh selama kuliah dalam setiap kali membuat rangkaian bunga. “Ada nilai seni dalam setiap rangkaian bungaku. Jadi nggak asal rangkai, pemilihan bunga dan komposisi warnanya juga harus pas,” tambahnya. Bermula dari modal Rp 90 ribu saja, kini bisnis bunga Rias ini kian berkembang pesat. Saat ini bahkan memiliki empat karyawan tetap dengan kapasitas produksi mencapai 10-20 pesanan rangkaian bunga setiap harinya. “Tapi pas wisuda bisa 100 pesanan,” tambahnya.

Jangkauan pasar Hanabira pun tak hanya sebatas kota Yogyakarta saja, tapi sudah meluas sampai ke wilayah Jabodetabek. Omzet yang Rias dapatkan pun mencapai Rp 30 juta setiap bulannya. Toko Hanabira milik Rias yang biasanya hanya melayani pesanan lewat online kini juga sudah ada toko offline di Jalan Pandega Marta 406 Yogyakarta.

Kedepan, Rias berharap agar dirinya bisa membuka toko cabang sampai ke luar kota. Selain itu, ia juga ingin merambah ke bisnis dekorasi pernikahan. “Sejauh ini, stok bunga Hanabira emang ambil dari suplier dekor nikah, terus jadi kepengen deh buat menekuni bisnis dekorasi juga,” kata Rias.

Belajar dari sosok Rias, rupanya untuk memulai bisnis tanpa memiliki modal uang besar pun bisa sukses. Asalkan ada kemauan yang besar, tentu jalan akan lebih terbuka untuk memulai sebuah bisnis. Setuju nggak?

Well, sukses terus untuk Rias dan Hanabira ya!